Derasnya arus ‘intervensi’  tatanan  Barat  telah  membuat  kita  terhanyut  jauh  dan  terlena  untuk mengimajinasikan  tatanan-tatanan  yang  pada  pelaksanaannya  meminggirkan  sebagian besar  masyarakat  yang  menghuni  bangsa  ini.  Bahkan  lebih  parahnya  lagi  tatanan masyarakat  adat  tampil  sebagai  potret  keprimitifan,  keterbelakangan  dan  ketidakberadaban. Sungguh menyakitkan!.

Kalau kita sejenak menengok sejarah, kita melihat bagaimana para perintis negara ini yang menjunjung  tinggi  pesan  yang  disampaikan  Mpu  Tantular  dengan  menjadikan  “Bhineka Tunggal  Ika” sebagai landasan persatuan bangsa ini. Bahkan tidak berhenti sampai disitu, landasan  tersebut  kemudian  diterjemahkan  ke  dalam  salah  satu  pasal  di  dalam  Undang-Undang  Dasar  1945  Bab  IV,  Pasal  18. Ironinya, sampai saat ini kebijakan resmi pemerintah Indonesia terhadap Masyarakat Adat sangat  tidak  Jelas.

Artikel ini menjelaskan tentang keberadaan masyarakat yang semakin tidak dihargai di Indonesia