Tentara bayaran adalah orang yang secara khusus direkrut secara lokal atau dari luar negeri untuk bertempur dalam suatu konflik bersenjata, didorong untuk mengambil bagian dalam perselisihan permusuhan berdasarkan keinginan  atas  keuntungan  pribadi  dan,  bahkan  dijanjikan  oleh  atau  atas  nama suatu pihak yang berkonflik, kompensasi material yang lebih besar dari janji tersebut atau lebih besar dari yang dibayarkan kepada orang yang berperang dengan tingkatan dan  fungsi yang  sama dalam jenjang  militer di pihak  tersebu

Dari sudut pandang hukum humaniter internasional, seseorang yang dapat dikategorikan tentara bayaran tidak dianggap kombatan dan tidak memiliki status sebagai Tawanan Perang (PoW), Kecuali, jika mereka terlibat langsung dalam pertempuran. Konsekuensinya, tentara bayaran dapat dituntut dengan hukum domestik atas keterlibatan mereka dalam pertempuran.

Setiap negara tidak  boleh  merekrut,  menggunakan,  membiayai  atau  melatih tentara bayaran dan harus melarang kegiatan-kegiatan semacam itu.

Konvensi Internasional menentang Perekrutan, Penggunaan, Pembiayaan, dan Pelatihan Tentara Bayaran (1989) Diadopsi pada 4 Desember   1989.