Konvensi tentang Hak-hak Anak memberikan perlindungan pula terhadap hak-hak anak terhadap eksploitasi ekonomi dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sekiranya membahayakan atau mengganggu pendidikan, atau membahayakan kesehatan anak atau perkembanagn fisik, mental, spritual, moral, dan sosial anak.

Semakin maraknya dan meningkatnya lalu lintas perpindahan anak untuk tujuan penjualan anak, prostitusi anak , pornografi anak, meluasnya dan berlanjutnya praktik wisata seks, yang mana anak-anak sangat rentan terhadapnya, karena praktik ini secara langsung mendukung terjadinya penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak, Menyadari bahwa jumlah kelompok khusus yang rentan termasuk anak perempuan, menghadapi resiko yang lebih tingggi terhadap eksploitasi seksual, dan ia tidak diwakili secara proporsional di antara mereka yang secara seksual dieksploitasi, Negara para pihak sepakat untuk menetapkan Protokol Opsional Pada Konvensi Tentang Hak Tentang Penjualan Anak, Prostitusi Anak Dan Pornografi Anak.

Indonesia meratifikasi Protokol Opsional ini pada 24 September 2012