Memaknai peringatan hari HAM Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 10 Desember, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti kondisi politik yang terus memanas, khususnya yang dilatarbelakangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Kondisi tersebut justru kemudian dikelola Pemerintah dengan meggunakan pendekatan yang justru mendegradasi nilai- nilai dan agenda hak asasi manusia, penegakan hukum, demokrasi dan reformasi keamanan, termasuk di dalamnya menghadirkan agenda keadilan kepada para korban pelanggaran HAM yang berat. Sementara itu, upaya-upaya penyelesaian kasus kebebasan sipil maupun hak-hak ekonomi dan sosial menjadi terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas. Jikapun ada prioritas ekonomi adalah proyek-proyek percepatan pembangunan yang semangatnya pun anti akuntabilitas dan HAM.

Untuk membaca kertas kerja ini, silakan klik unduh