Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) membawa dampak terhadap pemanfaatan Internet di Indonesia. Menurut SGP, di tahun 2014 Indonesia merupakan salah satu negara pengguna Internet terbesar di dunia.1 Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa masyrakat Indonesia telah melek Internet. Disisi lain, potensi permasalahan dalam pemanfaatan Internet menjadi salah satu modus baru dalam tindakan Surveillance (Pengawasan) dan Interception (Penyadapan).

Perkembangan pemanfaatan TI khususnya penggunaan Internet di Indonesia, memberikan sumbangsih terhadap perkembangan pola dan konsep privasi dalam ranah dunia siber. Sebelum mengenal Internet, masyarakat Indonesia memanfaatkan komunikasi intra personal secara langsung. Pola komunikasi konvensional ini berbasis kepada kepercayaan antar personal atau individu atau kelompok. Pasca membaiknya infrastuktur komunikasi serta dibarenginya dengan era Internet Literate yang diprakarsai oleh Kemeninfo, pola komunikasi masyarakat cenderung beralih dari metode konvesional direct personal to personal menjadi pola komunikasi personal to personal IT based.

Pola komunikasi tersebut akan memberikan dampak terhadap pemahaman bahwa ruang lingkup privasi akan mengikuti pola komunikasi yang telah terbentuk, bahwa semakin berkembangnya metode dan pola komunikasi yang dimaksud akan semakin mempersempit ruang privasi seseorang. Selaras dengan hal ini, ancaman terhadap privasi juga semakin menguat mengingat perkembangan IT, pola dan metode komunikasi tidak memperhatikan prinsip-prinsip pengaturan privasi melainkan kepada kecanggihan teknologi komunikasi yang tidak mengenal batasan.

Untuk membaca lebih lanjut, silakan klik unduh