Fakta yang kerap terjadi adalah justru hampir setiap malam di atas pukul 7 jutaan pekerja bergelombang pulang menumpang angkutan-angkutan umum dengan wajah lelah dan tak ramah. Mayoritas dari mereka adalah perempuan. Rata-rata mereka bekerja di sektor manufaktur, perdagangan, dan finansial. Tak banyak di antara mereka yang bergaji bersih lebih dari 5 juta rupiah. Bahkan, realitas itu pun masih dibarengi dengan keadaan yang mengharuskan mereka untuk telah mempersiapkan diri sejak subuh untuk melaju ke tempat kerja dan kembali ke rumah paling cepat pada pukul 21.00.

Bagi para pekerja perempuan itu, aktivitas kerja sejak subuh menjelang malam pun masih harus dibarengi setidaknya 2-3 jam untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan rumah tangga: memasak, mengurus anak, dan membersihkan rumah. Adalah kemujuran tersendiri bila pekerjaan-pekerjaan domestik itu mendapatkan bantuan dari suami. Lebih-lebih, mujur bagi mereka dengan pendapatan lebih besar lantaran dengan demikian mereka dapat mempekerjakan asisten rumah tangga. Dalam hal ini, para asisten rumah tangga itu pun mayoritas didominasi oleh pekerja perempuan.

Baca selengkapnya diĀ http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=14829&keywords=