Kabupaten Pati, Jawa  Tengah, memiliki kekayaan alam yang unik, yaitu bentang alam kars di Pegunungan Kendeng Utara. Ekosistem kars kawasan Pegunungan Kendeng Utara memiliki sungai bawah tanah. Ia mampu mensuplai kebutuhan air rumah tangga dan lahan pertanian seluas 15.873,9 ha di Kecamatan Sukolilo dan 9.063,232 ha di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Kekayaan alam lainnya di atas tanah Pati adalah sumberdaya hutan. Di lokasi yang akan dijadikan pabrik semen, terdapat sekitar 2.756 hektar lahan Perhutani yang saat ini dikelola oleh kelompok LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). 5.512 orang menggantungkan hidup pada sumberdaya hutan.

Di sisi lain, kekayaan alam berupa bentang alam kars menjadi incaran perusahan semen. Pada titik inilah ketegangan muncul. Masyarakat mengandalkan ketergantungan hidupnya pada sumberdaya alam, sementara perusahaan berkepentingan melakukan eksploitasi untuk kepentingan komersial. Dengan benturan kepentingan terkait pemanfaatan sumberdaya alam, kita menjadi paham bahwa tantangan terhadap pemanfaatan sumberdaya alam selalu  berputar  pada  apakah ia dapat dinikmati oleh masyarakat dibandingkan hanya oleh seorang atau sekelompok orang saja.

Artikel ini menceritakan tentang Perlawanan Masyarakat Pegunungan Kendeng Utara