Kasus kekerasan yang dilakukan TNI kembali menjadi sorotan. Salah satunya kasus yang terjadi Atambua terjadi pada 5 Maret 2011. Kasus ini bermula adanya kesalahpahaman antara
Charles Mali dan Heri Mali, beserta kawan-kawannya dengan anggota TNI.

TNI kemudian melakukan penggerebekan dirumah Charles Mali dan Heri Mali, namun hingga tiga kali penggerebekan tetap tidak menemukan Charles. TNI pun menjemput paksa kedua orang tua Charles Mali, Raymundus Mali dan Modesta Dau, untuk menjalani wajib lapor di Pos Batalyon Infanteri 744 Satya Yudha Bhakti di Tobir. Kedua orang tua tersebut seolah menjadi tawanan bagi Charles yang menjadi buruan tentara setempat.

Atas permintaan Yonif 744/Satya Yudha Bhakti (SYB) di Tobir, Kecamatan Tasifeto Timur,Modesta Mau, ibunda Charles dan Delvin Mali (kakak Charles), menyerahkan anaknya untuk dilakukan “pembinaan”. Namun, selama berada di Markas Tobir, Charles dan Heri Mali bersama rekan-rekannya yang lain disiksa dengan cara dipukul, ditendang dengan sepatu lars dan diadu fisik satu sama lainnya oleh sejumlah anggota TNI Yonif 744/SYB. Tindakan penyiksaan itu berlangsung kurang lebih empat jam. Sekitar pukul 10.00 Wita, Heri Mali kakak Charles)menemukan adiknya Charles Mali meninggal dunia di Markas Tobir.

Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI Angkatan Darat, Mayjend S. Supriyatna, S.H, M.H, menyatakan TNI menyerahkan perkara ini kepada Denpom 1-IX Kupang untuk penyidikan. Berdasarkan penyidikan yang dilakukannya, Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang, menetapkan 23 orang anggota TNI menjadi tersangka dalam peristiwa ini. Proses penuntutan selanjutnya akan dilaksanakan di Pengadilan Militer III-15 Kupang.

Pertanyaannya kemudian adalah, setelah sekian banyak kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan anggota TNI, apakah peristiwa penyiksaan seperti ini masih akan terjadi di masa yang akan datang? Apakah TNI akan menghukum anggota-anggotanya yang melakukan kejahatan serius secara adil dan transparan? Apakah TNI dapat melakukan introspeksi dan pembinaan kepada seluruh anggotanya, serta memberikan pengetahuan mengenai pentingnya promosi dan perlindunganhak asasi manusia? Sehingga peristiwa-peristiwa serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Artikel ini menceritakan tentang kekerasan yang dilakukan oleh TNI di Atambua Papua