Dalam UU ini setiap anak dalam proses peradilan pidana berhak diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya, dipisahkan dari orang dewasa, memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif,melakukan kegiatan rekreasional, bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, serta merendahkan derajat dan martabatnya,tidak dijatuhi pidana mati atau pidana seumur hidup,tidak ditangkap, ditahan, atau dipenjara, kecuali sebagai upaya terakhir dan dalam waktu yang paling singkat,memperoleh keadilan di muka pengadilan Anak yang objektif, tidak memihak, dan dalam sidang yang tertutup untuk umum,tidak dipublikasikan identitasnya,memperoleh pendampingan orang tua/Wali dan orang yang dipercaya oleh Anak,memperoleh advokasi sosial,memperoleh kehidupan pribadi,memperoleh aksesibilitas, terutama bagi anak cacat,memperoleh pendidikan,memperoleh pelayananan kesehatan, dan memperoleh hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.