Setiap manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai hak dan martabat yang sama’. Kalimat pertama yang terkenal dari Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia) ini, diadopsi hampir enam puluh tahun yang lalu oleh Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), mengandung di dalamnya agenda-agenda politik kami sebagai orang- orang lesbian, gay, biseksual, transgender, transeksual, transisi dan interseksual.

 Dunia telah perlahan-lahan menerima bahwa individu manusia memiliki perbedaan-perbedaan dalam jenis kelamin, asal ras atau etnis, dan agama, dan bahwasanya perbedaan-perbedaan ini haruslah dihormati dan tidak digunakan sebagai alasan untuk perlakuan diskriminasi. Akan tetapi kebanyakan negara masih belum menerima dua aspek dari keanekaragaman manusia: bahwasanya manusia mempunyai perbedaan dalam orientasi seksual dan identitas gender; bahwasanya dua perempuan ataupun dua lelaki dapat saling jatuh cinta; dan bahwasanya identitas seseorang, sebagai perempuan atau lelaki ataupun bukan keduanya, adalah tidak selalu ditentukan oleh jenis tubuh dimana mereka dilahirkan.

 Penolakan untuk menerima dan menghormati perbedaan-perbedaan ini berarti bahwa  penindasan atas orang-orang yang mempunyai orientasi seksual Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) adalah tetap merupakan realitas sehari-hari di banyak wilayah di dunia. Di beberapa negara, diskriminasi dan kekerasan terhadap LGBT semakin memburuk. Akan tetapi semakin banyak juga individu dan kelompok-kelompok yang berani memperjuangkan hak-hak asasi LGBT di semua wilayah di dunia. Terutama, individu-individu dan kelompok-kelompok di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur sudah tidak lagi bisa menerima prasangka dan diskriminasi, dan mulai menjadi tidak begitu sabar lagi untuk mencapai kebebasan dan kesetaraan. Akan tetapi kemajuan tersebut tidak merata dan tidak otomatis. Di seluruh dunia, kita melihat kemajuan-kemajuan maupun kemunduran-kemunduran.

 Kemajuan dalam menerapkan hak asasi manusia LGBT menuntut perubahan multi-lapisan di semua wilayah di dunia: hak-hak harus dijamin, peraturan perundang-undangan diubah,   kebijakan baru dirancang dan diterapkan, dan perlakuan  secara institusional diadaptasi. Individu- indvidu dan kelompok-kelompok LGBT adalah agen perubahan yang utama. Akan tetapi kita hanya akan menang apabila kita melibatkan pihak lain dalam aliansi perjuangan kita.Tujuan dari deklarasi ini adalah untuk membuat daftar dan menjelaskan perubahan-perubahan yang kita perlukan, dan membangun agenda untuk aksi global.